Dalam sebuah tayangan sinetron semalam, ada sebuah percakapan unik, menarik perhatianku. Dua orang perempuan sedang berbicara tentang wanita-wanita mulia di zaman Rasulullah. Wanita yang pertama berkata pada teman wanitanya, bahwa temannya itu seperti A’isyah,(istri Rasulullah yang paling manja, paling cemburuan dan paling suka mencari perhatian Rasulullah). Kemudian temannya tersebut bertanya kepada si wanita tadi, bagaimana dengan dirinya (wanita pertama) ingin menjadi siapa dia kalau mengambil figure istri Rasulullah. Wanita pertama berkata bahwa dia ingin menjadi Khadijah (wanita pertama yang beriman pada Rasulullah, wanita pertama yang dinikahi Rasulullah, wanita pertama dan terakhir yang memberikan Rasulullah keturunan, dan menjadi satu-satunya pendamping hidupnya Rasulullah, sampai akhirnya Kahdijah meninggal dunia). Mendengar penuturan wanita tadi, timbul rasa sedikit rasa iri dihati sang teman, tapi subhanallah dia berhasil membuat sang wanita pertama terdiam bahkan membalikan keadaan yang justru membuat wanita pertama tertegun dan iri, sang teman berkata, A’isyah adalah istri yang berada dekat Rasulullah ketika wafat dan Rasulullah meninggal di pangkuannya. Subhanallah… what a conversation !!
Tayangan tadi membuatku mengingat banyak wanita-wanita hebat di jaman mereka masing-masing. Ada Hawa, Siti Sarah, Siti Hajar, Zulaikha, Ratu Balqis, Maryam, Asiyah, Kahdijah, A’isyah, dan mungkin banyak lagi wanita-wanita hebat lainnya yang masih belum saya ketahui.
Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, saya ingin jadi siapa diantara wanita-wanita itu. Ternyata tak satupun dari wanita itu yang sanggup saya contoh atau tiru, sehingga menjadikan saya seperti salah satu dari mereka. Mereka terlampau hebat untuk disamakan dengan diri saya. Saya?? Waduh…kalah jauh dari mereka. Lelah saya memikirkan tentang mereka bahkan untuk mengejar ambisi untuk menjadi mereka, mereka terlampau hebat. Saya hentikan angan-angan ambisius saya untuk menjadi seperti salah satu dari wanita-wanita tadi.
Membaca track record mereka di buku-buku yang tersedia sangat bagus untuk memotivasi diri, tapi bukan demi ambisi menjadi mereka, melainkan meniru bagaimana kepatuhan, ketaatan dan ketundukan hati mereka dihadapan Allah SWT.
Kemudian saya berkata pada diri saya sendiri, biarlah mereka tetap mereka, dan saya tetap menjadi saya. Menjadi diriku sendiri, di jamanku, Insya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang menjadikan saya spesial untukNYA.
Saya yang berjalan bermodalkan kebaikanNYA pada diri saya, yang berharap akan rahmat, ridho dan karuniaNYA dalam setiap detik kehidupan yang saya jalani, agar jangan sampai sia-sia, segala apa yang telah dijadikanNYA untuk saya.
Ya Allah tuntun dan bimbing saya untuk ‘bersyukur’ padaMU.
Ya Allah tuntun dan bimbing saya untuk ‘beradab’ padaMU
Ya Allah tuntun dan bimbing saya untuk ‘berbudaya’ padaMU.
10: 25 Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).
5: 35 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
14: 1 Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
5: 16 Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
5: 48 Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
6:126 Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
6:153 dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
4:175 Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
4: 69 Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
3:195 Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”
4: 95 Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,