Pamit

To all the people i have known before, me (isiteko) is taking her self out from this blog. I don’t know how long for me to get back in this field again. Now, i just want to leave this. Maybe i will show up again maybe not.

In this last session of isiteko, i just wanna say thank you to all of you, for being such a great readers and comments. You all are inspiring, like an “open book” for me, which then being ‘metamorphosis’ into many sentences in this blog.

Apologize from deepest heart of me, for uncountable mistakes, i have done to you. Hope Allah also forgiving me, Aminn Ya Allah.

For you: always do what you love to do, you are the only person, who know where is your happiness take its place.

May ALLAH SWT blessed all of you.

,

Ya Allah, awal penciptaanku adalah kehendakMU. Semuanya didahului oleh persiapanMU. Kalau mau di runut ke belakang, begitu panjangnya hingga sampai pada Adam dan Hawa, itupun belum juga menutaskan persiapanMU yang masih tak berujung tapi diketahui bahwa berpangkal seluruhnya dariMU, Wahai Sang Pencipta. ENGKAU lah yang awal yang akhir dan apa yang ada diantaranya.

Ya Allah, takdir dalam sirathku dituliskan olehMU (‘qalam sudah diangkat dan lembaran telah kering’). Begitu terasa tiada berdaya dan tidak berkekuatannya diri untuk dapat menembus dinding takdir. La hawla wala quwata ila billahhil alliyil’ adzim.

Ya Allah, tak mampu lagi untuk berkata-kata. KepadaMU lah berserah diri apa yang ada di langit, di bumi dan apa yang ada diantaranya. Maha Suci ENGKAU, peliharalah hamba dari siksa neraka.

:-)

:-) pada hatiku, ada rasa apa?

:-) pada otakku, ada lintasan-lintasan pikiran apa?

:-) pada penglihatanku, apa yang terlihat?

:-) pada pendengaranku, apa yang terdengar?

:-) :-) :-) :-) untuk apapun itu baik rasa, lintasan-lintasan pikiran, penglihatan dan pendengaran.

lived happily ever after…

Rahasia terbesar dalam hidup adalah melewati hari ini dengan penuh makna tentang cinta, ilmu dan iman. Karena dengan cinta hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Isi comment dari seorang teman, yang amat sangat menggugah dan membesarkan hati.

Benar kiranya kebahagiaan terletak pada diri kita, terutama sikap kita dalam menyikapi setiap yang telah hadir, sedang berlangsung, ataupun yang akan datang kelak dalam hidup kita.

Melakukan setiap moment dengan upaya terbaik kita adalah bukti kita mensyukuri setiap nikmat dariNYA.

Semoga Allah selalu senantiasa always membimbing kita semua.

Ya Allah, semoga senantiasa KAU jaga kami dalam dzikir…
Ya Allah, semoga senantiasa KAU ajari kami dalam bersyukur…
Ya Allah, semoga senantiasa KAU tunjukki kami dalam beribadah yang baik kepadaMU…

Rabbana taqabbal du’ana…

IZIN

Hasrat hati ingin senantiasa bisa nulis, tapi kalo belum izin boro-boro bisa posting baru lagi, nuangin setiap pembelajaran ke dalam tulisan aja susahnya minta ampun. Mandegg.

Hasrat hati ingin segera bareng, tapi kalo belum izin, ada aja tugas-tugas lain yang harus dikerjakan lebih dulu.

Hasrat hati ingin bergerak disana, tapi kalo belum izin, mau ga mau (dan ga bisa nolak) harus bergerak disini dulu.

Hasrat hati ingin dapat izin, selalu berharap dikasih izin. Ya Allah izinin ya… please…

Hmmm….beginilah pengaturanNYA, DIA berkehendak sesukaNYA dan Maha Melaksanakan urusanNYA. Manusia hanya bisa berencana tapi Allah sebaik-baik Perencana.

wamakaruu wamakarallahi wallahu khairul makiriiin (Ali imran:54)

SOMBONG

16: 22 Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

7:146 Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

29: 39 Dan (juga) Karun, Firaun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).

40: 34-35 Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasul pun) sesudahnya”. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

40: 76 (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”.

22: 67 Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.

22: 54 dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

32: 15 Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

27: 31 Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri”.

30: 53 Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).

INGIN

Kau telah berusaha untuk mendekat padaNYA dengan kekuatanmu, dengan usahamu. Tapi kau sadari ternyata begitu berat bagimu untuk menempuhnya.
Kau ingin Allah meridhoimu tapi kau masih jadi pemilih atas kehendakNYA.
Kau ingin jadi seperti mereka-mereka yang sholeh, tapi kau malas untuk berusaha mencari jalan kepadaNYA.

Bagaimana bisa dengan cara seperti itu???

Minta padaNYA…
Ingini dulu DIA maka DIA akan menginginkanmu…
Terima DIA maka DIA akan menerimamu…

Tanpa kau sadari nantinya, DIA akan membuka dadamu, menurunkan Nur Illahi kedalam hatimu.
Kau pun akan tercengang secara tiba-tiba
DIA telah membawamu menujuNYA
Dan bahagia luar biasa akan kau rasakan.

16: 9 Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jika Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).

29: 69 Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

6:125 Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya ,niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

7:146 Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

Takdir

Dihempas gelombang dilemparkan angin
Sekisah kubersedih kubahagia
Di indah dunia yang berakhir sunyi
Langkah kaki di dalam rencanaNya

Semua berjalan dalam kehendakNya
Nafas hidung cinta dan segalanya

Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi
Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi

Bila mungkin ada luka coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti ( hilang kan berganti )

Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkan hati rindukan Dia
Karena hanya denganNya hati tenang
Damai jiwa dan raga

Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi
Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi
Hanya padaMu ya Robbi

Menjadi Yang …

Dalam sebuah tayangan sinetron semalam, ada sebuah percakapan unik, menarik perhatianku. Dua orang perempuan sedang berbicara tentang wanita-wanita mulia di zaman Rasulullah. Wanita yang pertama berkata pada teman wanitanya, bahwa temannya itu seperti A’isyah,(istri Rasulullah yang paling manja, paling cemburuan dan paling suka mencari perhatian Rasulullah). Kemudian temannya tersebut bertanya kepada si wanita tadi, bagaimana dengan dirinya (wanita pertama) ingin menjadi siapa dia kalau mengambil figure istri Rasulullah. Wanita pertama berkata bahwa dia ingin menjadi Khadijah (wanita pertama yang beriman pada Rasulullah, wanita pertama yang dinikahi Rasulullah, wanita pertama dan terakhir yang memberikan Rasulullah keturunan, dan menjadi satu-satunya pendamping hidupnya Rasulullah, sampai akhirnya Kahdijah meninggal dunia). Mendengar penuturan wanita tadi, timbul rasa sedikit rasa iri dihati sang teman, tapi subhanallah dia berhasil membuat sang wanita pertama terdiam bahkan membalikan keadaan yang justru membuat wanita pertama tertegun dan iri, sang teman berkata, A’isyah adalah istri yang berada dekat Rasulullah ketika wafat dan Rasulullah meninggal di pangkuannya. Subhanallah… what a conversation !!

Tayangan tadi membuatku mengingat banyak wanita-wanita hebat di jaman mereka masing-masing. Ada Hawa, Siti Sarah, Siti Hajar, Zulaikha, Ratu Balqis, Maryam, Asiyah, Kahdijah, A’isyah, dan mungkin banyak lagi wanita-wanita hebat lainnya yang masih belum saya ketahui.

Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, saya ingin jadi siapa diantara wanita-wanita itu. Ternyata tak satupun dari wanita itu yang sanggup saya contoh atau tiru, sehingga menjadikan saya seperti salah satu dari mereka. Mereka terlampau hebat untuk disamakan dengan diri saya. Saya?? Waduh…kalah jauh dari mereka. Lelah saya memikirkan tentang mereka bahkan untuk mengejar ambisi untuk menjadi mereka, mereka terlampau hebat. Saya hentikan angan-angan ambisius saya untuk menjadi seperti salah satu dari wanita-wanita tadi.

Membaca track record mereka di buku-buku yang tersedia sangat bagus untuk memotivasi diri, tapi bukan demi ambisi menjadi mereka, melainkan meniru bagaimana kepatuhan, ketaatan dan ketundukan hati mereka dihadapan Allah SWT.

Kemudian saya berkata pada diri saya sendiri, biarlah mereka tetap mereka, dan saya tetap menjadi saya. Menjadi diriku sendiri, di jamanku, Insya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang menjadikan saya spesial untukNYA.

Saya yang berjalan bermodalkan kebaikanNYA pada diri saya, yang berharap akan rahmat, ridho dan karuniaNYA dalam setiap detik kehidupan yang saya jalani, agar jangan sampai sia-sia, segala apa yang telah dijadikanNYA untuk saya.

Ya Allah tuntun dan bimbing saya untuk ‘bersyukur’ padaMU.
Ya Allah tuntun dan bimbing saya untuk ‘beradab’ padaMU
Ya Allah tuntun dan bimbing saya untuk ‘berbudaya’ padaMU.

10: 25 Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).

5: 35 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

14: 1 Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

5: 16 Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

5: 48 Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

6:126 Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.

6:153 dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

4:175 Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

4: 69 Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

3:195 Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”

4: 95 Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Melihat Kebaikan Tuhan

Everyday is a gift… sekali lagi saya katakan seperti itu.

Saya punya Allah yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhlukNYA. Dia tidak pernah mengantuk dan tidak tidur.

Menyadari bahwa Allah saya mempunyai sifat seperti ini, membawa saya pada sebuah persetujuan bahwa benarlah rahmatNYA, hanya rahmatNYA dan kebaikanNYA lah yang mampu menjadikan saya berkualitas atau tidak dihadapanNYA. Walau begitu, saya kemudian tidak diam saja tanpa usaha.

Saya mencoba melihat kebaikan Allah pada saya dalam setiap waktu kehidupan saya.

Ketika saya tiba-tiba dibangunkanNYA tengah malam (sebelum alrm HP saya berbunyi) saya tau itu ajakanNYA untuk bercengkrama, berkhalwat denganNYA. Kadang-kadang saya pun menjadi hamba yang tidak bersyukur juga, misalnya sudah dibangunkan tapi saya malah malas dan meneruskan tidur sampai mendekati waktu masuknya adzan shubuh. Bener-bener sebuah kerugian buat saya bila mengacuhkan Allah ketika DIA memanggil.

Lalu datangnya waktu-waktu sholat. Alangkah teramat rugi bila kesempatan untuk memohon padaNYA disia-siakan dengan bersikap tidak sungguh-sungguh (niat) padaNYA.

Dalam diri saya apalah yang bisa saya andalkan untuk menghindari azab NYA kecuali dengan memohon agar DIA menolong saya menunjukkan jalan yang lurus, jalan yang DIA beri nikmat, bukan jalan yang DIA murkai atau sesatkan. Jadi, saya minta bimbingan dan tuntunanNYA, agar setiap detik dalam kehidupan saya, saya bisa terjaga dalam ‘trek’ yang lurus.

Antara waktu-waktu sholat, mungkinkah ada dosa yang saya lakukan? Mungkin banget dan mungkin banyak sekali. Makanya Maha Baiknya Allah saya, menentukan waktu-waktu sholat. Agar saya kembali, menyucikan diri, minta ditunjukki lagi, minta diampuni lagi dan minta yang lain-lainnya.

Lalu saya coba melihat ke sekitar saya, sebenarnya banyak sekali kebaikanNYA yang tersebar dimana-mana. Tinggal kita petik. Hanya metik, ga perlu nanam, karena udah DIA tanam. Mungkin itulah mengapa ada istilah ‘ladang amal’, ladangnya amalan.

Subhanallah jika Allah kemudian membukakan mata hati kita, sehingga kita mampu melihat kebaikanNYa dimana-mana. Dan kita tidak hanya diam tapi berlomba-lomba dalam mengejar kebaikan dariNYA.

2:148 Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Bareng sama Allah? Saya (masih sampai sekarang tetap minta diajari) merasa hal itu tidaklah sulit dilakukan asal mau. Cukup mau dan petik kebaikan apa yang disediakanNYA untuk kita dibalik segala sesuatu yang kita dapati dan kita dilihat disekitar kita. Wallahu a’lam bi shawab.

62: 10 Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

39: 10 Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

« Older entries